SEJARAH SINGKAT MOUNTAINEERING
Pendakian gunung sebenarnya telah dilakukan oleh para nenek moyang kita yang
dimulai dengan bapak manuasia Nabi Adam AS yang menjelajahi bukit tursina untuk
mencari cintanya Siti Hawa. Siti Hajar yang telah lintas dari bukit
marwah ke bukit Safa ditemani dengan sherpa JIBRIL untuk mencari air
bagi ismail yang lagi kehausan. Dan pendakian demi pendakian hingga saat ini
masih terus berlangsung dan kelak (tak lama lagi) giliran kalian untuk
melanjutkan amanah menjaga kelanggengan kemanusian.
PERSIAPAN DALAM SEBUAH PERJALANAN
1. Dapat berpikir secara logis.
Ini adalah elemen yang terpenting
dalam membuat keputusan selama pendakian, dimana cara berpikir seperti ini
lebih banyak mempertimbangkan faktor safety atau keselamatannya.
2. Memiliki pengetahuan dan keterampilan.
2. Memiliki pengetahuan dan keterampilan.
Meliputi
pengetahuan tentang medan ( navigasi darat) ,cuaca dan teknik pendakian ,
pengetahuan tentang alat pendakian atau pemanjatan dan sebagainya.
3. Dapat mengkoordinir tubuh kita.
a. koordinasi antara otak dengan anggota tubuh.
-
Haruslah terdapat keseimbangan antara apa yang dipikirkan di
Otak
dan apa yang sanggup dilakukan oleh tubuh.
-
Keseimbangan antara emosi dan kemampuan diri.
-
Ketenangan dalam melakukan tindakan .
b. koordinasi antar anggota tubuh.
Ialah keseimbangan dan irama anggota
tubuh itu sendiri dalam membuat gerakan-gerakan atau langkah- langkah ketika
berjalan atau diam
4. kondisi fisik yang memadai.
Ini
dapat dimengerti karena mendaki gunung termasuk dalam olahraga yang cukup berat
. Seringkali berhasil tidaknya suatu pendakian / pemanjatan bergantung pada
kekuatan fisik. Untuk mempunyai kondisi fisik yang baik dan selalu siap maka
jalan satu-satunya haruslah berlatih.
5. Berdoa
PENGENALAN MEDAN
Informasi
untuk mengenal medan dapat diperoleh dari petugas perhutanan dan penduduk
setempat. Proses pengenalan medan meliputi:
• Mengopserfasi angin, tanah, hutan dan suhu
• Mengevaluasi labil atau stabil
• Adaptasi atau penyesuaian dengan alam
Macam-macam medan:
- hutan primer
- hutan sekunder
- hutan perkebunan
Cara menentukan jalan:
- mengenal medan
- istirahat sejenak, konsentrasi, menjernihkan fikiran
- melihat tanda
- mengenali arah jalan bila ada persimpangan
- mengikuti aliran sungai
- mengikuti punggung gunung
- mengikuti garis pantai
Tidak ada komentar:
Posting Komentar