Senin, 05 Mei 2014



                    SEJARAH SINGKAT MOUNTAINEERING

  Pendakian gunung sebenarnya telah dilakukan oleh para nenek moyang kita yang dimulai dengan bapak manuasia Nabi Adam AS yang menjelajahi bukit tursina untuk mencari cintanya Siti Hawa. Siti Hajar yang telah lintas dari bukit marwah ke bukit Safa ditemani dengan sherpa JIBRIL untuk mencari air bagi ismail yang lagi kehausan. Dan pendakian demi pendakian hingga saat ini masih terus berlangsung dan kelak (tak lama lagi) giliran kalian untuk melanjutkan amanah menjaga kelanggengan kemanusian.


                                   PERSIAPAN DALAM SEBUAH PERJALANAN                     
      1. Dapat berpikir secara logis.
Ini adalah elemen yang terpenting dalam membuat keputusan selama pendakian, dimana cara berpikir seperti ini lebih banyak mempertimbangkan faktor safety atau keselamatannya. 
2. Memiliki pengetahuan dan keterampilan.
Meliputi pengetahuan tentang medan ( navigasi darat) ,cuaca dan teknik pendakian , pengetahuan tentang alat pendakian atau pemanjatan dan sebagainya.
    3. Dapat mengkoordinir tubuh kita.
       a. koordinasi antara otak dengan anggota tubuh.
- Haruslah terdapat keseimbangan antara apa yang dipikirkan di
Otak dan apa yang sanggup dilakukan oleh tubuh.
- Keseimbangan antara emosi dan kemampuan diri.
- Ketenangan dalam melakukan tindakan .
      b. koordinasi antar anggota tubuh.
Ialah keseimbangan dan irama anggota tubuh itu sendiri dalam membuat gerakan-gerakan atau langkah- langkah ketika berjalan atau diam
   4. kondisi fisik yang memadai.
Ini dapat dimengerti karena mendaki gunung termasuk dalam olahraga yang cukup berat . Seringkali berhasil tidaknya suatu pendakian / pemanjatan bergantung pada kekuatan fisik. Untuk mempunyai kondisi fisik yang baik dan selalu siap maka jalan satu-satunya haruslah berlatih.
   5. Berdoa



                                   PENGENALAN MEDAN
       Informasi untuk mengenal medan dapat diperoleh dari petugas perhutanan dan penduduk setempat. Proses pengenalan medan meliputi:
• Mengopserfasi angin, tanah, hutan dan suhu
• Mengevaluasi labil atau stabil
• Adaptasi atau penyesuaian dengan alam

Macam-macam medan:
- hutan primer
- hutan sekunder
- hutan perkebunan

Cara menentukan jalan:
- mengenal medan
- istirahat sejenak, konsentrasi, menjernihkan fikiran
- melihat tanda
- mengenali arah jalan bila ada persimpangan
- mengikuti aliran sungai
- mengikuti punggung gunung
- mengikuti garis pantai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar